📍

Des Rêves et du Pain.

bakery pastry

Des Rêves et du Pain lahir dari persahabatan dua orang pembuat roti yang menjalani pelatihan bersama dengan Compagnons di Bordeaux. Setelah sepuluh tahun berkelana ke luar negeri, mereka menemukan sebuah toko roti terbengkalai di pusat kota Montpellier — dan tungku berusia dua ratus tahun yang terlihat melalui jendela yang pecah seolah-olah memanggil mereka untuk dihidupkan kembali. Menjadi mitra, mereka bertekad untuk menghidupkan kembali tungku tersebut sekaligus seluruh lingkungan sekitarnya, berbagi jauh lebih dari sekadar roti: sebuah keahlian leluhur dan semangat yang tulus terhadap profesi ini, yang tercermin dalam setiap produk yang mereka buat.

Komitmen mereka terhadap kualitas sangatlah mendalam. Semuanya dibuat sendiri, termasuk campuran tepung murni mereka, tanpa pengawet atau bahan tambahan, fermentasi alami yang panjang, dan perhatian sungguh-sungguh pada sourdough demi cita rasa tempo dulu. Mereka bekerja sama dengan penggilingan lokal dan bahkan menanam gandum mereka sendiri yang bebas pestisida di lahan keluarga di Ardèche, mengolah biji-bijian mentah di tempat untuk keterlacakan penuh. Sekitar 40% tepung mereka bersertifikat organik, air keras khas Montpellier disaring untuk menjaga cita rasa sourdough, dan tidak ada yang terbuang sia-sia — viennoiseries yang tidak terjual dijadikan almond triangle atau pudding, sementara roti diolah menjadi tepung roti atau crouton minyak zaitun.

Hasilnya adalah roti-roti berkarakter kuat, digiling dari biji-bijian warisan leluhur: spelt kecil dengan remahan lembut berwarna kuning, spelt besar berkerak karamel, gandum warisan multi-varietas, dan roti rye tegas seperti Le Peyrou dan roti nelayan. Di sampingnya terdapat kreasi khas dan pilihan sehari-hari — roti biji Bolton, roti kenari dan buah, baguette dan croissant tradisional, pains au chocolat, brioche dan panettone, ditambah kue, cookies, canistrelli, kue jeruk bebas gluten, serta sajian gurih seperti tart sayuran, focaccia, dan quiche. Seperti yang dikatakan para pendirinya, tujuan mereka sederhana: membawa sepotong kecil suasana pedesaan ke dalam kota.